NGABEN MASSAL , AJANG PULANG KAMPUNG

18 Mei 2011 - Posted by: humas (dilihat 8241 kali)


Ngaben massal ternyata bukan hanya berfungsi sebagai upacara pitra yadnya namun juga sebagai perekat keluarga, terlebih lagi yang sudah lama terpisah karena tinggal dirantauan. Seperti ngaben massal yang diadakan didesa Yeh Embang kecamatan Mendoyo. Peserta yang ikut serta tidak hanya dari desa setempat , namun juga datang dari desa tetangga bahkan ada juga yang dari luar pulau seperti Lombok, Sumatera dan juga Sulawesi.


Seperti yang dituturkan oleh Ni Komang Sri Asih, karma bali yang lama tinggal di Lampung, sengaja mengambil libur panjang pulang kampong khusus mengikuti prosesi ngaben massal ini. “ Karena adanya ngaben massal saya bisa berkumpul dengan keluarga padahal sebelumnya saya lama tidak bertemu mengingat jarak tempat tinggal yang berjauhan, “ ujarnya.

Pelaksanaan Ngaben massal ini sendiri berlangsung dari tanggal 12 mei sampai puncak acaranya pada tanggal 17 mei 2011. Sedangkan Menurut bendesa adat desa Yeh Embang Ida Bagus Komang Legawa, pelaksanaan Ngaben massal rutin diselenggarakan bersama krama desanya setiap tiga tahun sekali. Legawa berpendapat dengan digelarnya ngaben massal ini selain irit biaya juga mampu meningkatkan kebersamaan sesame warga. Lanjut Legawa, biaya yang dikeluarkan pun tidak banyak dibandingkan menyelenggarakan ngaben secara pribadi . “ Untuk peserta ngaben massal tingkatan ngelungah dikenakan biaya sebesar Rp 800 ribu, ngaben 2,8 juta sedangkan nyekah 1,8 juta , “kata Legawa. Dari total 123 peserta yang berpartisipasi dalam pelaksanaan ngaben massal kali ini, paling banyak ikut serta di tingkatan Nyekah yakni 71 sawa. Berturut-turut ngelungah 41 sawa serta ngaben sebanyak 11 sawa pungkasnya.


Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha yang turut hadir sebagai guru saksi dalam puncak karya ngaben massal yang dipusatkan di bangsal pengabenan, desa Yeh Embang , selasa ( 17/5), menyambut baik digelarnya ngaben massal ini sebagai salah satu pelaksanaan pitra yadnya , pelunasan hutang kepada leluhur sehingga mereka diberikan tempat sesuai dengan amal perbuatannya terdahulu. Artha juga berharap budaya ngaben massal ini perlu dilanjutkan serta dibudayakan mengingat sudah terbukti meringankan pembiayaan yang mesti ditanggung krama masing-masing. Pada kesempatan itu pula, guna meringankan beban pelaksanaan upacara, bupati jembrana memberikan bantuan berupa pinjaman 2 unit bus lengkap dengan sopir dan BBmnya. Rencananya kendaraan ini akan digunakan oleh krama untuk mengikuti prosesi meajar-ajar yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 mei 2011 nanti ( Abhi / Humas jembrana )


Kembali

Posting Komentar
Nama Lengkap
E-mail
Isi Komentar
captcha image
Berita Lainnya
Paket Ekonomi IX, PEMERATAAN INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN DAN STABILISASI HARGA DAGING HINGGA KE DESA
BUPATI ARTHA TINJAU RENCANA PENATAAN GILAMANUK
WABUP KEMBANG BUKA TURNAMEN BASKET SMANSA CUP KE VII
AWAL TAHUN, BUPATI SOROTI MASALAH KEPENDUDUKAN
ATLET PEKAN OLAHRAGA PELAJAR DAN O2SN TERIMA BONUS
FASILITAS UMUM DIPERBANYAK, BUPATI AJAK JAGA BERSAMA
PEMKAB JEMBRANA GELAR FESTIVAL RUANG TERBUKA HIJAU
SEARCH SITE



Teropong

Copyright @ 2015 Pemerintah Kabupaten Jembrana: Jl. Surapati no 1 Kec. Jembrana Kab. Jembrana Prov. Bali
Email: kabjembrana@yahoo.com