KUCURKAN DANA HIBAH, BUPATI ARTHA MINTA TERTIB ADMINISTRASI

06 Agu 2012 - Posted by: humas (dilihat 2698 kali)

Bupati Jembrana I Putu Artha kembali mengucurkan bantuan dana hibah kepada sejumlah kelompok seni, umat keagamaan termasuk dadia (keluarga besar). Secara beruntun Bupati Artha bersama Wakilnya I Made Kembang Hartawan Senin (6/8) menyerahkan dana hibah dalam bentuk Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Melaya berlokasi di Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Negara di Balai Desa Baluk dan Kecamatan Jembrana di Lingkungan Satria, Pendem. Dalam pencairan dana hibah tersebut Bupati Artha menekankan para penerima untuk menggunakan bantuannya sesuai dengan proposal yang diajukan dan mempertanggungjawabkan penggunaannya tepat pada waktunya. “ Saya tidak menakut – nakuti penggunaannya harus sesuai dengan proposal dan dipertanggungjawabkan demi tertibnya administrasi “ tandas Bupati Artha. Dalam kesempatan tersebut Bupati Artha menegaskan, pemberian bantuan dana hibah kepada masyarakat diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk berswadaya dalam mewujudkan pembangunan baik untuk kesenian, rehab tempat ibadah maupun untuk modal usaha. “ Jumlah dana hibah sudah tentu tidak cukup dengan keperluan setiap kelompok, bantuan ini untuk mendorong masyarakat berswadaya “ ujar Artha.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan menyebutkan, proses pemberian bantuan sosial maupun dana hibah kepada kelompok masyarakat maupun organisasi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut menurutnya mengacu pada Permendagri yang mengalami perubahan dari Permendagri No. 32 menjadi Permendagri No. 39 yang mengatur tentang ketentuan pemberian dana hibah. “ Kalau dulu dana hibah bisa cair sebelum ada proposal, tetapi sekarang dengan peraturan baru harus mengajukan proposal dulu dan baru bisa dianggarkan pada tahun berikutnya, itupun melalui proses pembahasan di DPRD “ jelas Kembang. Wabup Kembang menambahkan, untuk tertibnya proses keuangan daerah Kembang mengingatkan penerima dana hibah untuk membuat laporan pertanggungjawaban tepat waktu. Bahkan Kembang memberikat batasan paling lambat tanggal 10 Desember. Pihaknya tidak ingin masyarakat penerima hibah kedepan bermasalah hanya karena gara-gara menerima dana Rp. 2 juta tetapi ketika bermasalah lantaran tidak membuat pertanggungjawaban justru jadi bulan-bulan pemeriksaan yang bisa menelan biaya lebih besar dari jumlah yang diterima.

Dalam kesempatan tersebut di Kecamatan Melaya Bupati Artha menyerahkan hibah untuk 23 kelompok dengan total anggaran mencapai Rp. 90 juta. Sementara di Kecamatan Negara sebanyak 62 penerima dengan anggaran mencapai Rp. 110 juta dan di Kecamatan Jembrana sebanyak 43 penerima dengan jumlah anggaran Rp. 109,5 juta. Bupati Artha mengungkapkan pencairan dana hibah untuk tahun 2012 hingga bulan Agustus ini sudah mencapai 50 %. Sejatinya dana hibah tidak hanya ada di Bagian Ekbangsosbud saja, melainkan hampir di semua SKPD menyediakan dana hibah. (Gus / Humas Jembrana)

Kembali

Posting Komentar
Nama Lengkap
E-mail
Isi Komentar
captcha image
Berita Lainnya
Paket Ekonomi IX, PEMERATAAN INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN DAN STABILISASI HARGA DAGING HINGGA KE DESA
BUPATI ARTHA TINJAU RENCANA PENATAAN GILAMANUK
WABUP KEMBANG BUKA TURNAMEN BASKET SMANSA CUP KE VII
AWAL TAHUN, BUPATI SOROTI MASALAH KEPENDUDUKAN
ATLET PEKAN OLAHRAGA PELAJAR DAN O2SN TERIMA BONUS
FASILITAS UMUM DIPERBANYAK, BUPATI AJAK JAGA BERSAMA
PEMKAB JEMBRANA GELAR FESTIVAL RUANG TERBUKA HIJAU
SEARCH SITE



Teropong

Copyright @ 2015 Pemerintah Kabupaten Jembrana: Jl. Surapati no 1 Kec. Jembrana Kab. Jembrana Prov. Bali
Email: kabjembrana@yahoo.com